Kamis, 10 Januari 2013
JKT 48 (2)
JKT 48 (1)
Koleksi Lagu Ari Lasso di Gudanglagu.com
hey.. blogga :)
sore yang cukup cerah nih kayak nya ...!
well, aku mau sedikit bagi bagi info seputar musik. Yah, karna aku suka banget sama lagu lagu nyaARI LASSO, so, aku mau kasih tau nih, apa aja sih lagu - lagu nya dia ???
Nah buat yang belom pada tau, check it out deh, guys :)
sore yang cukup cerah nih kayak nya ...!
well, aku mau sedikit bagi bagi info seputar musik. Yah, karna aku suka banget sama lagu lagu nya
Nah buat yang belom pada tau, check it out deh, guys :)
- Ari Lasso – Cinta Adalah Misteri
- Ari Lasso – Kisah Kita
- Ari Lasso Feat Ruth Sahanaya & Once – We Wish You A Marry Christmas
- Ari Lasso ft. Ariel Tatum – Karena Aku T’lah Denganmu
- Ari Lasso – Kata Siapa
- Ari Lasso – Relakan Aku Pergi
- Ari Lasso – Rayuan Gombal
- Ari Lasso – Perjalanan Panjang
- Ari Lasso – Penjaga Hati
- Ari Lasso – kedamaian Hati
- Ari Lasso – Keajaiban Cinta
- Ari Lasso – Jika Aku Bukanlah Aku
- Ari Lasso ft Melly Goeslaw – Jika
- Ari Lasso – Jalanku Tak Panjang
- Ari Lasso – Ironis
- Ari Lasso – Huma Di Atas Bukit
- Ari Lasso – Hasrat Sekejap
- Ari Lasso – Hancur
- Ari Lasso – Cintailah Aku Sepenuh Hati
- Ari Lasso – Cinta Buta
- Ari Lasso – Berakhir Indah
- Ari Lasso – Ampunilah
- Ari Lasso – Aku Harus Pergi
- Ari Lasso – Patah Hati
- Ari Lasso ft Sandy Canester – Satu Cinta
- Ari Lasso – Cintai Aku Sepenuh Hati
- Ari Lasso – Lirih
- Ari Lasso – Gagal
- Ari Lasso – Tuhan Kau Tahu
- Ari Lasso – Sehidup Semati
- Ari Lasso – Badai Pasti Berlalu
- Ari Lasso – Misteri Illahi
- Ari Lasso – Mengejar Matahari
- Ari Lasso – Hampa
- Ari Lasso – Perbedaan
- Ari Lasso – Arti Cinta
- Ari Lasso – Cinta Sejati
- Ari Lasso – Patah Hati
- Ari Lasso – Nelangsa
- Ari Lasso – Seandainya
- Ari Lasso – Cinta Terakhir
- Ari Lasso – Tulus
- Ari Lasso – Rahasia Perempuan
- Ari Lasso – Mana Kutahu
- Ari Lasso & Bunga Citra Lestari – Aku Dan Dirimu
Rabu, 09 Januari 2013
KIAMAT 2012
JAKARTA– Dongeng dan ramalan akan hari kiamat telah banyak diprediksi
dan dituliskan di berbagai media. Akan tetapi, belum ada satu ramalan
yang berhasil dibuktikan.
Belakangan, ramalan berdasarkan akhir penanggalan suku Maya, yaitu 21 Desember 2012, dipercaya sebagai akhir dunia. Salah satunya menyebutkan soal sebuah planet misterius yang menghantam bumi sampai bencana badai matahari yang dahsyat, tapi para ilmuwan mengatakan tak ada yang mesti ditakutkan dari itu.
Sekali lagi, badan ruang angkasa Amerika Serikat, NASA, yakin bahwa dunia tidak akan berakhir hari ini (21/12) sebagaimana desas-desus yang bertiup kencang dan menjadi perdebatan di Internet.
Dalam satu posting video di YouTube berjudul Why the World Didn’t End Yesterday (Mengapa Dunia Tidak Berakhir Kemarin) yang merujuk pada isu-isu kiamat sebelumnya, NASA yakin masih ada hari 22 Desember 2012 dan seterusnya.
Para ilmuwan di badan antariksa berpenggaruh itu, dalam posting video di YouTube baru-baru ini, mengatakan rumor di media sosial dan Internet mengenai kehancuran dini bumi muncul karena kesalahpahaman soal kalender maya kuno, yang berakhir sampai 21 Desember 2012.
“Itu hanya akhir dari siklus (kalender) dan sebuah awal yang baru. Ini persis seperti tanggal 31 Desember, akhir tahun kalender kita. Dan awal kalender baru berikutnya dimulai pada 1 Januari,” kata kepala program obyek dekat-bumi NASA di Laboratorium Jet Propulsion di Pasadena, Kalifornia, Don Yeomans, dikutip Reuters dari posting video NASA di YouTube.
Menurut cerita yang beredar di Internet, sebuah planet besar yang disebut Nibiru akan bertabrakan dengan bumi.
“Jika (benar) demikian, kita akan mengetahuinya sejak lama, dan jika tidak terlihat entah bagaimana, kita akan melihat dampaknya pada planet tetangga. Ribuan astronom yang mengamati langit malam setiap hari belum melihat itu,” kata Yeomans.
Namun, ribuan penganut mistik dan pemimpi New Age telah mendatangi kuil-kuil Maya kuno di Meksiko dan Amerika Tengah berhadap bisa menyaksikan kelahiran era baru ketika hari yang dijuluki “akhir dunia” tiba pada Jumat fajar waktu setempat.
Jadi, apakah NASA menutupi (itu) untuk mencegah kepanikan?
“Bisakah Anda bayangkan ribuan astronom menjaga rahasia yang sama dari masyarakat selama beberapa tahun?” Yeomans menyakinkan.
Awalnya, Niburu juga dikenal sebagai Planet X, diprediksi berdampak Mei 2003, tetapi ketika itu tidak terjadi kiamat yang bertepatan dengan akhir dari siklus kalender kuno di musim dingin.
“Sejak awal waktu direkam, ada ratusan ribu prediksi untuk akhir dunia. Tapi, kita masih di sini,” kata Yeomans menekankan. (Antara/nel)
Belakangan, ramalan berdasarkan akhir penanggalan suku Maya, yaitu 21 Desember 2012, dipercaya sebagai akhir dunia. Salah satunya menyebutkan soal sebuah planet misterius yang menghantam bumi sampai bencana badai matahari yang dahsyat, tapi para ilmuwan mengatakan tak ada yang mesti ditakutkan dari itu.
Sekali lagi, badan ruang angkasa Amerika Serikat, NASA, yakin bahwa dunia tidak akan berakhir hari ini (21/12) sebagaimana desas-desus yang bertiup kencang dan menjadi perdebatan di Internet.
Dalam satu posting video di YouTube berjudul Why the World Didn’t End Yesterday (Mengapa Dunia Tidak Berakhir Kemarin) yang merujuk pada isu-isu kiamat sebelumnya, NASA yakin masih ada hari 22 Desember 2012 dan seterusnya.
Para ilmuwan di badan antariksa berpenggaruh itu, dalam posting video di YouTube baru-baru ini, mengatakan rumor di media sosial dan Internet mengenai kehancuran dini bumi muncul karena kesalahpahaman soal kalender maya kuno, yang berakhir sampai 21 Desember 2012.
“Itu hanya akhir dari siklus (kalender) dan sebuah awal yang baru. Ini persis seperti tanggal 31 Desember, akhir tahun kalender kita. Dan awal kalender baru berikutnya dimulai pada 1 Januari,” kata kepala program obyek dekat-bumi NASA di Laboratorium Jet Propulsion di Pasadena, Kalifornia, Don Yeomans, dikutip Reuters dari posting video NASA di YouTube.
Menurut cerita yang beredar di Internet, sebuah planet besar yang disebut Nibiru akan bertabrakan dengan bumi.
“Jika (benar) demikian, kita akan mengetahuinya sejak lama, dan jika tidak terlihat entah bagaimana, kita akan melihat dampaknya pada planet tetangga. Ribuan astronom yang mengamati langit malam setiap hari belum melihat itu,” kata Yeomans.
Namun, ribuan penganut mistik dan pemimpi New Age telah mendatangi kuil-kuil Maya kuno di Meksiko dan Amerika Tengah berhadap bisa menyaksikan kelahiran era baru ketika hari yang dijuluki “akhir dunia” tiba pada Jumat fajar waktu setempat.
Jadi, apakah NASA menutupi (itu) untuk mencegah kepanikan?
“Bisakah Anda bayangkan ribuan astronom menjaga rahasia yang sama dari masyarakat selama beberapa tahun?” Yeomans menyakinkan.
Awalnya, Niburu juga dikenal sebagai Planet X, diprediksi berdampak Mei 2003, tetapi ketika itu tidak terjadi kiamat yang bertepatan dengan akhir dari siklus kalender kuno di musim dingin.
“Sejak awal waktu direkam, ada ratusan ribu prediksi untuk akhir dunia. Tapi, kita masih di sini,” kata Yeomans menekankan. (Antara/nel)
BADAI KATRINA DI AMERIKA
DUA pekan sudah badai Katrina
menghempas dan menenggelamkan kawasan New Orleans, Mississippi, dan
Florida, tiga Negara Bagian di Amerika Serikat. Hingga Senin, 12
September 2005, diperkirakan jumlah korban yang meninggal akibat badai
bernama indah yang menjebolkan bendungan di Louisiana itu, mencapai 10
ribu orang.
TAK bisa diingkari bahwa seluruh peristiwa di atas muka bumi ini tetaplah menjadi rahasia Sang Maha Penguasa, Allah SWT. Untuk negara sebesar Amerika Serikat yang membantu Indonesia dalam musibah gempa dan tsunami di Tanah Rencong, Aceh, seperti "kecolongan" ketika badai Katrina yang menerpa Teluk Coast menghempas negaranya.
Bila menonton The Day After Tomorrow, Twister, Vulcano, Hight Explosive, 12 SR, Tsunami Dam, negara adi daya itu seakan mampu "membendung" badai apa pun dengan teknologi yang mereka kuasai. Mereka dapat mengurangi gempa yang berkekuatan 12 SR dengan menanamkan nuklir di beberapa sudut wilayah yang akan dilalui gempa. Mereka mampu menahan laju badai es yang akan menangkupi seluruh New York. Mereka dapat menghalau badai topan dengan menembakkan nuklir. Itu dalam film.
Tapi menghadapi badai Katrina, Amerika tidak mampu berbuat apa-apa. Korban 10.000 lantaran bendungan yang jebol membuat negara adi daya itu kehilangan daya.
Karena besarnya badai tersebut, hampir semua televisi dan media massa di Amerika membuat running news, liputan bersambung tentang Katrina hingga kini. Musibah ini bahkan hanya menyisakan sedikit waktu untuk peringatan Black September, 11 September 2001 ketika gedung WTC di New York runtuh akibat terorisme. Presiden Bush bahkan membuat peringatan"silence" atau diam untuk peristiwa yang dikenal dengan tragedi 911 empat tahun silam itu.
?Harus diakui kami memang tidak siap menerima badai Katrina,? ujar Elizabeth Dugan, Vice President International Republican Institute (IRI), kantor IRI di Washington Distric of Columbia (DC), Senin, 12 September 2005. Pemerintahan Presiden Goerge W Bush Junior pun mendapat kecaman dari masyarakat Amerika karena dianggap tak tanggap mengambil tindakan. Padahal sudah ketiga kalinya, Bush berkunjung ke New Orleans untuk melihat kondisi terakhir pascakatrina sejak 12 hari terjadi. Namun kritik tak pernah berhenti.
Membandingkan tsunami yang terjadi di Aceh Darussalam, Katrina memang belum sedahsyat nasib yang menimpa rakyat Aceh di ujung Barat Negara Kesatuan Republik Indonesia itu. Tetapi kepedulian Amerika terhadap Aceh, luar biasa besarnya. Amerika bahkan melabuhkan kapal induknya Abraham Lincoln untuk membantu rakyat Aceh. Ironisnya, beberapa kali dalam siaran televisi setempat, mereka terus-menerus mencari sukarelawan yang mau membantu masyarakat New Orleans. Belum lagi isu rasis yang merebak akibat peristiwa itu. Karena rata-rata mereka yang tertinggal adalah masyarakat miskin kota dan berkulit hitam. Sementara itu, warga kaya di daerah tersebut sudah meninggalkan tempat ketika badai Katrina belum terjadi. Padahal media massa setempat berkali-kali menyampaikan prediksi akan ada badai dengan tingkat lima, tanda badai yang dahsyat. "Namun, badai yang ternyata hanya tingkat tiga itu pun, tidak bisa terkendalikan oleh kami," ujar Dugan. Hal itu menjadi kecaman bagi pemerintahan Bush.
Sebenarnya, bencana alam seperti badai Katrina yang bukan pertama kali ini terjadi di USA. Tahun lalu, tepatnya 16 September 2004, badai Ivan melanda yang menyebabkan kematian 57 orang, dan kerugian USD14,7 miliar. Sebulan sebelumnya, pada Agustus 2004, badai Charley menyerang dan mengakibatkan 31 orang meninggal dunia dan kerugian sebesar USD15,5 miliar. Kemudian badai tropical Allison terjadi pada Juni 2001, yang menyebabkan 22 meninggal dan kerugian USD5,5 miliar.
Badai Floyd pada 16 September 1999, menyebabkan kematian 56 orang dan kerugian USD7 miliar.Tornado Oklahoma terjadi pada 3 Mei 1999, dengan kerugian mencapai USD1,8 miliar. Lalu banjir Grand Forks pada 18 April 1997, juga membuat kerugian USD 1,8 miliar. Gempa bumi Northridge terjadi pada 17 Januari 1994, sebanyak 57 orang meninggal dan menderita rugi USD33,8 miliar. Badai Andre pada 24 Agustus 1992, menelan korban 41 orang meninggal dan rugi sebesar USD37,6 miliar.
Meskipun demikian, dalam setiap bencana kemanusiaan, pasti saja mengetuk nurani setiap mahluk yang bernama manusia. Dugaan mengatakan, bencana ini telah berhasil menggerakkan rasa kemanusiaan masyarakat Amerika yang terdiri dari berbagai ras dan etnis itu.
Sumbangan terus mengalir melalui internet dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan masyarakat untuk membantu mereka yang tertimpa bencana. Dalam sepuluh hari saja, masyarakat sudah mengumpulkan dana hingga USD740 juta. ?berbagai sumbangan, tidak hanya dalam bentuk dana tetapi juga benda seperti pakaian, donor darah dan kerja sosial lainnya,? ujar Dugan.
Masyarakat juga menggunakan media seperti internet untuk membantu korban Katrina. John Hlinko dan Bill Mc Intyre, Vice President Grassroots Enterprise yang selalu membantu sayap kanan dalam politik Amerika itu, menjelaskan bagaimana mereka berhasil membuat masyarakat tergerak untuk melakukan kerja amal melalui internet. ?Ada yang menyediakan gedung sekolah melalui internet untuk membantu anak-anak yang kehilangan sekolahnya akibat badai ini,? ujar John di kantornya di 17th Street NW, Washington DC. Bagi John media internet menjadi sangat penting dalam membantu korban Katrina karena 50 persen masyarakat Amerika mengakses internet dalam kehidupan mereka.
Meskipun demikian, sejumlah masyarakat Amerika mengakui kelemahan dalam penanganan badai tersebut. Seperti mengakui bahwa selalu ada invisible hand yang ikut menentukan setiap peristiwa dalam kehidupan manusia.
"Amerika bukan negara tanpa kelemahan, di sisi lain, negara ini pun tetap memiliki kekurangan di antara segala kekuatannya," ujar Joe Bookbinder, officer Washington Foreign Press Center Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, pada sebuah pertemuan dengan wartawan Indonesia. Atas semua kritik yang masuk kepada pemerintahannya tetap menjadi semangat bagi pemerintahan Bush untuk menjalankan tugas mengatasi musibah Katrina sekaligus menegakkan negara demokrasi yang sudah berumur 200-an tahun ini.***
Sumber: http://www.fajar.co.id/news.php?newsid=10524
TAK bisa diingkari bahwa seluruh peristiwa di atas muka bumi ini tetaplah menjadi rahasia Sang Maha Penguasa, Allah SWT. Untuk negara sebesar Amerika Serikat yang membantu Indonesia dalam musibah gempa dan tsunami di Tanah Rencong, Aceh, seperti "kecolongan" ketika badai Katrina yang menerpa Teluk Coast menghempas negaranya.
Bila menonton The Day After Tomorrow, Twister, Vulcano, Hight Explosive, 12 SR, Tsunami Dam, negara adi daya itu seakan mampu "membendung" badai apa pun dengan teknologi yang mereka kuasai. Mereka dapat mengurangi gempa yang berkekuatan 12 SR dengan menanamkan nuklir di beberapa sudut wilayah yang akan dilalui gempa. Mereka mampu menahan laju badai es yang akan menangkupi seluruh New York. Mereka dapat menghalau badai topan dengan menembakkan nuklir. Itu dalam film.
Tapi menghadapi badai Katrina, Amerika tidak mampu berbuat apa-apa. Korban 10.000 lantaran bendungan yang jebol membuat negara adi daya itu kehilangan daya.
Karena besarnya badai tersebut, hampir semua televisi dan media massa di Amerika membuat running news, liputan bersambung tentang Katrina hingga kini. Musibah ini bahkan hanya menyisakan sedikit waktu untuk peringatan Black September, 11 September 2001 ketika gedung WTC di New York runtuh akibat terorisme. Presiden Bush bahkan membuat peringatan"silence" atau diam untuk peristiwa yang dikenal dengan tragedi 911 empat tahun silam itu.
?Harus diakui kami memang tidak siap menerima badai Katrina,? ujar Elizabeth Dugan, Vice President International Republican Institute (IRI), kantor IRI di Washington Distric of Columbia (DC), Senin, 12 September 2005. Pemerintahan Presiden Goerge W Bush Junior pun mendapat kecaman dari masyarakat Amerika karena dianggap tak tanggap mengambil tindakan. Padahal sudah ketiga kalinya, Bush berkunjung ke New Orleans untuk melihat kondisi terakhir pascakatrina sejak 12 hari terjadi. Namun kritik tak pernah berhenti.
Membandingkan tsunami yang terjadi di Aceh Darussalam, Katrina memang belum sedahsyat nasib yang menimpa rakyat Aceh di ujung Barat Negara Kesatuan Republik Indonesia itu. Tetapi kepedulian Amerika terhadap Aceh, luar biasa besarnya. Amerika bahkan melabuhkan kapal induknya Abraham Lincoln untuk membantu rakyat Aceh. Ironisnya, beberapa kali dalam siaran televisi setempat, mereka terus-menerus mencari sukarelawan yang mau membantu masyarakat New Orleans. Belum lagi isu rasis yang merebak akibat peristiwa itu. Karena rata-rata mereka yang tertinggal adalah masyarakat miskin kota dan berkulit hitam. Sementara itu, warga kaya di daerah tersebut sudah meninggalkan tempat ketika badai Katrina belum terjadi. Padahal media massa setempat berkali-kali menyampaikan prediksi akan ada badai dengan tingkat lima, tanda badai yang dahsyat. "Namun, badai yang ternyata hanya tingkat tiga itu pun, tidak bisa terkendalikan oleh kami," ujar Dugan. Hal itu menjadi kecaman bagi pemerintahan Bush.
Sebenarnya, bencana alam seperti badai Katrina yang bukan pertama kali ini terjadi di USA. Tahun lalu, tepatnya 16 September 2004, badai Ivan melanda yang menyebabkan kematian 57 orang, dan kerugian USD14,7 miliar. Sebulan sebelumnya, pada Agustus 2004, badai Charley menyerang dan mengakibatkan 31 orang meninggal dunia dan kerugian sebesar USD15,5 miliar. Kemudian badai tropical Allison terjadi pada Juni 2001, yang menyebabkan 22 meninggal dan kerugian USD5,5 miliar.
Badai Floyd pada 16 September 1999, menyebabkan kematian 56 orang dan kerugian USD7 miliar.Tornado Oklahoma terjadi pada 3 Mei 1999, dengan kerugian mencapai USD1,8 miliar. Lalu banjir Grand Forks pada 18 April 1997, juga membuat kerugian USD 1,8 miliar. Gempa bumi Northridge terjadi pada 17 Januari 1994, sebanyak 57 orang meninggal dan menderita rugi USD33,8 miliar. Badai Andre pada 24 Agustus 1992, menelan korban 41 orang meninggal dan rugi sebesar USD37,6 miliar.
Meskipun demikian, dalam setiap bencana kemanusiaan, pasti saja mengetuk nurani setiap mahluk yang bernama manusia. Dugaan mengatakan, bencana ini telah berhasil menggerakkan rasa kemanusiaan masyarakat Amerika yang terdiri dari berbagai ras dan etnis itu.
Sumbangan terus mengalir melalui internet dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan masyarakat untuk membantu mereka yang tertimpa bencana. Dalam sepuluh hari saja, masyarakat sudah mengumpulkan dana hingga USD740 juta. ?berbagai sumbangan, tidak hanya dalam bentuk dana tetapi juga benda seperti pakaian, donor darah dan kerja sosial lainnya,? ujar Dugan.
Masyarakat juga menggunakan media seperti internet untuk membantu korban Katrina. John Hlinko dan Bill Mc Intyre, Vice President Grassroots Enterprise yang selalu membantu sayap kanan dalam politik Amerika itu, menjelaskan bagaimana mereka berhasil membuat masyarakat tergerak untuk melakukan kerja amal melalui internet. ?Ada yang menyediakan gedung sekolah melalui internet untuk membantu anak-anak yang kehilangan sekolahnya akibat badai ini,? ujar John di kantornya di 17th Street NW, Washington DC. Bagi John media internet menjadi sangat penting dalam membantu korban Katrina karena 50 persen masyarakat Amerika mengakses internet dalam kehidupan mereka.
Meskipun demikian, sejumlah masyarakat Amerika mengakui kelemahan dalam penanganan badai tersebut. Seperti mengakui bahwa selalu ada invisible hand yang ikut menentukan setiap peristiwa dalam kehidupan manusia.
"Amerika bukan negara tanpa kelemahan, di sisi lain, negara ini pun tetap memiliki kekurangan di antara segala kekuatannya," ujar Joe Bookbinder, officer Washington Foreign Press Center Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, pada sebuah pertemuan dengan wartawan Indonesia. Atas semua kritik yang masuk kepada pemerintahannya tetap menjadi semangat bagi pemerintahan Bush untuk menjalankan tugas mengatasi musibah Katrina sekaligus menegakkan negara demokrasi yang sudah berumur 200-an tahun ini.***
Sumber: http://www.fajar.co.id/news.php?newsid=10524
7 HAL UNIK TENTANG UANG DI INDONESIA
7 Hal unik Tenang Uang - Uang Di indonesia
Mungkin banyak dari kalian udah sering
pakai uang untuk membeli sesuatu (ya iyalah masa pake daun)Tapi apakah
kamu tahu ada Yang sedikit aneh nan unik dalam uang negri kita mau tahu
ok's Check Lets Out....
1.pada uang 50.000 terdapat lagu indonesia raya
Lihat lagi detailnya….
2.terdapat smile pada kancing kapitan Pattimura pada uang 1000
3.indonesia pernah membuat rp.100.000 logam
4.indonesia pernah membuat Koin dengan nominal Rp850.000,00 (kalau hilang , kaya apa ya)

5.indonesia pernah membuat Koin dengan nominal Rp150.000,00 Penerbitan Khusus (1999)

6.indonesia pernah membuat Koin dengan nominal Rp300.000,00 Penerbitan Khusus (1995)

7.indonesia pernah membuat Koin dengan nominal Rp200.000,00


5.indonesia pernah membuat Koin dengan nominal Rp150.000,00 Penerbitan Khusus (1999)

6.indonesia pernah membuat Koin dengan nominal Rp300.000,00 Penerbitan Khusus (1995)

7.indonesia pernah membuat Koin dengan nominal Rp200.000,00

Langganan:
Postingan (Atom)

