Minggu, 18 November 2012

MUAMALAH DALAM ISLAM


Jual Beli
Contoh Transaksi dalam Islam

v  Pengertian Jual beli
Jual beli adalah salah satu cara untuk memperoleh barang milik orang lain dengan jalan menukar barang tersebut dengan uang ataupun dengan barang lagi (barter) sesuai kesepakatan.
v  Rukun dan Syarat Jual Beli

1.      Rukun Jual Beli
Untuk melakukan jual beli, harus memenuhi rukun jual beli, yakni penjual, pembeli, ada barang yang akan di jual, ada alat tukar untuk membeli, ada nya ijab kabul atau kesepakatan yang menunjukkan kerelaan kedua pihak.

2.      Syarat Jual Beli
Syarat yang harus dipenuhi yaitu :
a.       Penjual dan pembeli harus berakal sehat, tidak dalam keadaan sakit gila, hilang ingatan, dsb. Transaksi dilakukan dengan kesepakatan, tanpa adanya penipuan atau pemaksaan.
b.      Benda yang diperjualbelikan harus di teliti terlebih dahulu, tidak dalam proses penawaran dengan orang lain, tidak termasuk barang haram, milik sendiri atau yang diberi kuasa, bukan hasil monopoli yang merugikan, dan dapat diserahterimakan.
c.       Ijab kabul harus bersambung sampai tercapai kesepakatan antara kedua belah pihak.

v  Khiyar dalam Jual Beli

Khiyar artinya boleh memilih satu di antara dua, yaitu meneruskan kesepakatan (akad) jual beli atau mengurungkan nya (ditarik kembali) atau membatalkan melakukan jual beli. Khiyar terdiri dari beberapa macam, yaitu :

1.      Khiyar Majelis
Pembeli dan penjual boleh memilih antara meneruskan akad jual beli atau mengurungkannya selama keduanya masih berada di tempat jual beli. Khiyar ini berlaku untuk semua jenis jual beli.
2.      Khiyar Syarat
Penjual menentukan harga barang dan memberikan waktu pada pembeli selama 3 hari atau kurang dari 3 hari untuk meneruskan akad jual beli atau mengurungkan nya. Khiyar syarat boleh dilakukan dalam segala macam jual beli terkecuali barang yang diterima di tempat jual beli.
3.      Khiyar Aib (cacat)
Hak untuk mengembalikan barang yang telah dibeli karena terdapat cacat yang mengurangi nilai atau harga barang tersebut, yang cacat nya tersebut sudah ada saat terjadi teransaksi, namun baru diketahui setelah ada di tengan pembeli. Jika pembeli mengembalikan, penjual wajib mengganti nya atau membatalkan jual belinya.

v  Riba dalam Jual Beli

1.      Pengertian Riba
Kata riba (ar riba) menrut bahasa berarti tambahan atau kelebihan. Menurut istilah syara yaitu suatu akad perjanjian dalam tukar menukar sesuatu barang yang tidak diketahui menurut syara atau dalam transaksi itu disyaratkan menerima salah satu dari dua barang jika terlambat.
Riba juga dapat diartikan akad hutang piutang yang mensyaratkan agar orang yang berhutang membayar kembali dengan jumlah yang lebih besar dari jumlah hutangnya. Riba hukum nya haram.

2.      Macam – Macam Riba
a.       Riba fadl, ialah penukaran suatu barang dengan barang yang sejenis, tetapi lebih banyak jumlahnya karena orang yang menukarkan mensyaratkan demikian.
b.      Riba nasiah, ialah pembayaran lebih yang di syaratkan oleh orang yang meminjamkan.
c.       Riba qardi, ialah meminjamkan sesuatu dengan syarat ada keuntungan atau tambahan bagi orang yang memberi utang.
d.      Riba yad, ialah terpisah dari tempat akad sebelum serah terima.

3.      Bahaya Riba
Riba dapat menimbulkan bahaya, antara lain :
a.       Riba dapat menghilangkan solidaritas dan rasa kemanusiaan serta jiwa sosial antar sesama manusia.
b.      Riba dapat menimbulkan sifat egois.
c.       Riba dapat meningkatkan mental – mental pemboros dan penimbun harta di tangan satu pihak.
d.      Riba dapat menimbulkan sifat malas bekerja keras.
e.       Riba adalah bentuk eksploitasi terhadap pihak lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar