Kamis, 19 September 2013

ULANG TAHUN DARI KACAMATA ISLAM (2)"


Aku akan mendahului kalian di al haudh (telaga). Dinampakkan di hadapanku beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan (minuman) untuk mereka dari al haudh, mereka dijauhkan dariku. Aku lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, ini adalah umatku.’ Lalu Allah berfirman, ‘Engkau sebenarnya tidak mengetahui bid’ah yang mereka buat sesudahmu.’ “ (HR. Bukhari no. 7049)
Kemungkinan kedua, perayaan ulang tahun ini dimaksudkan tidak dalam rangka ibadah, melainkan hanya tradisi, kebiasaan, adat atau mungkin sekedar have fun. Bila demikian, sebelumnya perlu diketahui bahwa dalam Islam, hari yang dirayakan secara berulang disebut Ied, misalnya Iedul Fitri, Iedul Adha, juga hari Jumat merupakan hari Ied dalam Islam. Dan perlu diketahui juga bahwa setiap kaum memiliki Ied masing-masing. Maka Islam pun memiliki Ied sendiri. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
إن لكل قوم عيدا وهذا عيدنا
Setiap kaum memiliki Ied, dan hari ini (Iedul Fitri) adalah Ied kita (kaum Muslimin)” [HR. Bukhari-Muslim]
Kemudian, Ied milik kaum muslimin telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya hanya ada 3 saja, yaitu Iedul Fitri, Iedul Adha, juga hari Jumat. Nah, jika kita mengadakan hari perayaan tahunan yang tidak termasuk dalam 3 macam tersebut, maka Ied milik kaum manakah yang kita rayakan tersebut? Yang pasti bukan milik kaum muslimin.
Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa sallam bersabda,
من تشبه بقوم فهو منهم
Orang yang meniru suatu kaum, ia seolah adalah bagian dari kaum tersebut” [HR. Abu Dawud, disahihkan oleh Ibnu Hibban]

ULANG TAHUN DARI KACAMATA ISLAM (1)"


Nah sekarang, pertanyaan yang hendak kita cari tahu jawabannya adalah: bagaimana sikap yang Islami menghadapi hari ulang tahun?
Jika hari ulang tahun dihadapi dengan melakukan perayaan, baik berupa acara pesta, atau makan besar, atau syukuran, dan semacamnya maka kita bagi dalam dua kemungkinan.
Kemungkinan pertama, perayaan tersebut dimaksudkan dalam rangka ibadah. Misalnya dimaksudkan sebagai ritualisasi rasa syukur, atau misalnya dengan acara tertentu yang di dalam ada doa-doa atau bacaan dzikir-dzikir tertentu. Atau juga dengan ritual seperti mandi kembang 7 rupa ataupun mandi dengan air biasa namun dengan keyakinan hal tersebut sebagai pembersih dosa-dosa yang telah lalu. Jika demikian maka perayaan ini masuk dalam pembicaraan masalah bid’ah. Karena syukur, doa, dzikir, istighfar (pembersihan dosa), adalah bentuk-bentuk ibadah dan ibadah tidak boleh dibuat-buat sendiri bentuk ritualnya karena merupakan hak paten Allah dan Rasul-Nya. Sehingga kemungkinan pertama ini merupakan bentuk yang dilarang dalam agama, karena Rasul kita Shallallahu’alaihi Wa sallam bersabda,
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
Orang yang melakukan ritual amal ibadah yang bukan berasal dari kami, maka amalnya tersebut tertolak” [HR. Bukhari-Muslim]
Perlu diketahui juga, bahwa orang yang membuat-buat ritual ibadah baru, bukan hanya tertolak amalannya, namun ia juga mendapat dosa, karena perbuatan tersebut dicela oleh Allah. Sebagaimana hadits,

Resep Masakan - Punch Aneka Buah

Bahan :
  • 100 gr melon, potong kecil kecil
  • 100 gr semangka, potong bulat kecil
  • 100 gr jeruk mandarin
  • 1 sdk makan biji selasih
  • 100 ml air jeruk peras
  • 50 ml sirup jeruk
  • 159 ml air
  • 150 gr gula pasir
  • 350 ml air soda
  • es batu secukupnya
Cara membuat :
  • Larutkan gula dalam air panas hingga larut.
  • Dinginkan kemudian campur dengan air jeruk peras, sirup dan aduk rata.
  • Siapkan gelas dengan buah melon, semangka, jeruk mandarin dan biji selasih.
  • Tuangkan air jeruk sirup kedalam gelas berisi buah.
  • Masukkan air soda sebelum dihidangkan.
  • Tambahkan es batu. Sajikan.

Membuat Pepes jamur Tiram :




Bahan:
Jamur tiram 100 gram
Daun pisang secukupnya
Jeruk limau 1 buah, diperas, diambil airnya
Bumbu:
Bawang putih 5 gram
Bawang merah 5 gram
Kunyit 10 gram
Jahe 5 gram
Cabai rawit 5 gram
Cabai merah 5 gram
Kemiri 5 gram
Garam 1/2 sdt
Cara membuat:
1. Cuci jamur hingga bersih, lalu potong tipis memanjang, sisihkan.
2. Haluskan semua bumbu menggunakan blender.
3. Campurkan jamur dan bumbu, lalu tambahkan air jeruk limau, aduk rata, lalu bungkus dgn daun pisang.
4. Kukus pepes jamur selama 30 menit, angkat, sajikan…

Macam - Macam Bakso"

Resp bakso

Bakso/baso sekarang tidak hanya terbuat dari daging Sapi, sekarang sudah banyak sekali Bakso-Baso yang terbuat selain dari daging sapi, yaitu Bakso Ayam, Bakso Udang, Bakso Ikan dan lain Sebagainya. nah bagi Anda yang ingin tahu Bagaimana cara membuat bakso, mungkin ini bisa jadi referensi Anda.

Bahan – Bahan Dasar Untuk Membuat Bakso

Bakso Daging Sapi

Pilih daging sapi yang masih segar, bahkan yang masih berdarah. Daging sapi yang bebas urat dan sedikit lemak seperti daging lemusir dan gandik akan menghasilkan bakso yang terbaik mutunya. Bisa juga dipakai daging penutup, paha depan, atau daging iga. Untuk bakso urat, pilih daging sengkel. Makin segar makin baik, karena daging sapi yang segar akan meghasilkan bakso yang kualitasnya sangat terjamin.

Bakso Ikan

Pilih jenis ikan yang berdaging putih seperti tenggiri, kakap, kerapu, belida, atau ikan gabus. Selain hasilnya tampak bersih (tidak gelap), tekstur baksonya pun lebih kenyal. Sebab ikan berdaging putih umumnya memiliki kandungan protein aktin dan myosin cukup tinggi yang membuat daging ikan lebih padat, kompak dan mudah dibentuk (tidak buyar). Bakso ikan yang bermutu baik berwarna putih, mengkilap dengan tekstur kenyal, halus dan tidak berserat

Bakso Udang

Pilih udang yang segar, buang sungutnya yang panjang, kepala dan kulitnya, Remas-remas udang secara hati-hati dengan garam, lalu cuci bersih, baru cincang halus

Bakso Ayam

Daging ayam tidak sekenyal daging sapi, tetapi kini banyak yang memanfaatkannya untuk bakso. Yang digunakan adalah daging ayam tanpa tulang. Pilih ayam yang sehat, segar dan tidak terlalu tua.

Rabu, 18 September 2013

DAFTAR SENJATA TENTARA JEPANG PADA MASA PD II (1)"





Tentara Jepang pada masa perang dunia 2 dikenal karena kekejaman dan keberanianya. Mereka sangat loyal pada negaranya, bahkan tidak segan untuk mengorbankan nyawa dalam pertempuran. Senjata2 yang digunakan oleh infantri jepang pada perang dunia 2 merupakan produksi dalam negeri, dan mulai diproduksi secara masal pada tahun 1920an sejalan dengan revolusi militer yang dilakukan oleh kekaisaran jepang saat itu. Berikut ini ane sajikan daftar lengkap senjata-senjata yang digunakan infantri jepang pada masa perang dunia 2, spesial untuk kaskuser semua

Imperial japanese army
Infantry weapon

1. Bayonet

 
Type 30 bayonet didesain sebagai attachment untuk senapan type 38 rifle dan arisaka type 99 rifle. diproduksi dari tahun 1897 sampai 1945. memiliki panjang mata pisau sepanjang 16 inch.

2. Sidearms / pistols
Type 26 revolver :  
 

type 26 merupakan pistol modern pertama yang di adopsi oleh tentara kekaisaran jepang. pertama kali diproduksi pada tahun 1893. memiliki silinder berkapasitas 6 peluru. dengan teknologi pada masa itu yang terbatas, menyebabkan pistol ini masih memiliki akurasi yang sangat rendah 

 Nambu pistol

Nambu adalah pistol semi otomatis pertama jepang yang mulai digunakan sejak 1906. ukuran kaliber 8mm dan daya jangkau efektif sejauh 20 meter. memiliki box magazine berisi 8 peluru. ukuran kalibernya yang kecil (8 mm) menyebabkan pistol ini lemah dan tidak sebanding dengan pistol tentara barat yang memiliki kaliber lebih besar. Namun demikian pistol ini cukup akurat. 

Type 94 8 mm Pistol:  
 

type 94 adalah pistol semi otomatis yang ringan dengan berat hanya 1 pound, 11 ounce. Pistol ini mulai diproduksi tahun 1934 untuk memperkuat militer jepang pada saat memasuki masa perang dunia 2. Dengan kaliber 8x22 mm pistol ini ringan dan mudah di gunakan, memiliki firing power serta akurasi yang cukup baik. memiliki detachable box magazines berkapasitas 6 peluru. 


 3. Rifles / Carbines
arisaka type 99
 

arisaka type 99 ini cukup populer selama masa perang dunia 2, dan digunakan secara luas oleh tentara jepang sebagai senapan standar. Dengan body yang terbuat dari kayu, beratnya sekitar 3,7 kg. meiliki kaliber 7,7mm, akurasi nya cukup baik. sebagai atachmment, dilengkapkan bayonet type 30 sepanjang 16 inch membuat senjata ini sangat mematikan bila dugunakan untuk menusuk lawan 


type 97 sniper rifle:  

8 NAMA SURGA"

1. Surga Firdaus

Mengenai surga firdaus ini, dalam Al Qur'an, surat Al Kahfi, ayat 107, Allah swt. telah menegaskan:



إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُ لاً.
"sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh bagi mereka adalah 'surga firdaus menjadi tempat tinggal".

Juga penegasanya dalam Al Qur'an, surat Al Mu'minuun, ayat 9-11.


وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ.أُولَٰئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ.الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ.
 
"Dan orang-orang yang memelihara shalat: Mereka itu adalah orang - orang yang akan mewarisi (yaitu) yang bakal mewarisi surga firdaus, mereka kekal di dalamnya".

2. Surga Adn

Surga 'Adn ini telah banyak sekali dijelaskan dalam Al Qur'an. yaitu sebagai berikut: Firman Allah swt. di dalam surat Thaaha, tepatnya ayat 76.


جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلاَ نْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ مَنْ تَزَكَّىٰ.
 
"(Yakni) surga 'Adn yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, didalamnya mereka kekal. dan itulah (merupakan) balasan bagi orang yang ( dalam keaddan ) bersih ( saat didunianya dari berbagai dosa )".
Firman-nya lagi didalam surat Shaad, ayat 50 :


جَنَّاتِ عَدْنٍ مُفَتَّحَةً اْلاَ لَهُمُ  بْوَابُ.
  " (Yaitu) surga'Adn yang pintu - pintunya terbuka bagi mereka".

3. Surga Na'iim

Dalam Al Qur'an surat al Hajj, ayat 56. Allah swt. telah menegaskan :


الْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ.
 
" Maka orang - orang beriman dan mengerjakan amal shaleh ada di dalam surga yang penuh kenikmatan".
Firman-nya lagi dalam surat Al Luqman, ayat 8 :
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتُ النَّعِيمِ.
 
"Sesungguhnya orang - orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, bagi mereka bakal mendapat surga yang penuh kenikmatan".

4. Surga Ma'wa

Banyak sekali didalam Al Qur'an dijelaskan, antara lain :
Surat As Sajdah, ayat 19 Allah swt. menegaskan:


أَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ جَنَّاتُ الْمَأْوَىٰ نُزُلًا بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ.
 
"Adapun orang - orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh. maka bagi mereka mendapat surga - surga tempat kediaman, merupakan pahala pada apa yang telah mereka:kerjakan".
Firman-nya lagi didalam surat An Naazi'aat, ayat 41:


فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ.
"Maka sesungguhnya surga ma'walah tempat tinggal(nya)".

5. Surga Darussalam

 Mengenai surga Darussalam ini, telah banyak dijelaskan didalam Al Qur'an, diantaranya ialah : Dalam surat Yunus, ayat 25 :


وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَىٰ دَارِ السَّلَامِ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ.
 
"Dan allah meriyeru (manusia) ke Darussalam (yakni surga), dan memimpin orang yang dikhendaki-nya kepada jalan yang lurus".

6. Surga Daarul Muqoomah

Sesuai dengan penegasan allah swt. di dalam Al Qur'an, surat Faathir, ayat 34-35:


وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ ۖ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ.الَّذِي أَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِنْ فَضْلِهِ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌ.

"Dan berkatalah mereka : Segala puji bagi allah yang telah mengapus (rasa) duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami adalah Maha Pengmpun lagi Maha Mensyukuri: Yang memberi tempat kami di dalam tempat yang kekal (surga) dan karunia-nya".

7. Surga maqoomul Amiin

Sesuai dangan penegasan Allah swt. didalam Al Qur'an, surat Ad Dukhan, ayat 51:


إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي مَقَامٍ أَمِينٍ.

"sesungguhnya orang - orang yang bertawakal tinggal didalam tempat yang aman (surga)".

8. Surga Khuldi

Di dalam Al Qur'an tepatnya surat Al Furqaan, ayat 15, Allah swt. telah menegaskan :
 قُلْ أَذَٰلِكَ خَيْرٌ أَمْ جَنَّةُ الْخُلْدِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ ۚ كَانَتْ لَهُمْ جَزَاءًوَمَصِيرًا.

 "Katakanlah : "Apa (siksa) yang seperti itu yang baik, atau surga yang kekal, yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa, sebagai balasan dan kediaman kembali mereka".