Selasa, 08 Oktober 2013

William Jones

Sir William Jones (London28 September 1746 – Kolkata27 April 1794) adalah seorang ahli bahasa Britania (Inggris) dan seorang peneliti India kuna. Ia terutama dikenal sebagai penemu rumpun bahasa Indo-Eropa.
Jones lahir di London, ayahnya (yang juga bernama Sir William Jones) adalah seorang ahli matematika. William Jones ketika masih muda sudah sangat pandai berbahasa, ia mampu berbahasa LatinPersiaArab dan dasar-dasar aksara Tionghoa. Pada akhir hayatnya ia dikatakan mampu menguasai 28 bahasa.
Meski ayahnya sudah tidak ada lagi ketika ia baru berumur tiga tahun, Jones masih bisa kuliah di Universitas. Ia lulus di Universitas CollegeOxfordpada 1764, dan langsung berkarier sebagai seorang pengajar dan penterjemah untuk enam tahun kemudian. Pada masa ini ia menerbitkan Histoire de Nader Chah (Hikayat Syah Nadir), sebuah karya sastra Persia yang ia terjemahkan dalam bahasa Perancis atas permintaan Raja Christian VII dari Denmark dan menjenguk Jones. Jones pada usia 22 tahun sudah memiliki reputasi sebagai seorang ahli Orientalis yang terkenal. Ini adalah yang pertama dari karya-karyanya tentang PersiaTurki dan Timur Tengah secara umum.
Mulai tahun 1770, selama tiga tahun ia belajar hukum yang akhirnya akan membawanya ke India. Setelah bertugas di Wales dan diberi tugas untuk menangani Revolusi Amerika dengan Benjamin Franklin di Paris, namun tak berhasil, ia dikirim untuk bekerja di Mahkamah Agung, di Kolkata Bengalpada tahun 1783.
Di sana ia tertarik dengan kebudayaan India, yang kala itu masih kurang dikaji para pakar Eropa dan mendirikan Asiatick Society of Bengal. Pada kurun waktu sepuluh tahun kemudian, ia akan menerbitkan banjiran karya-karya mengenai India dan meluncurkan studi modern dalam praktis semua ilmu sosial. Ia antara lain juga menulis tentang hukum, musik, sastra, botani dan geografi. Ia juga membuat terjemahan-terjemahan pertama beberapa karya penting dari kesusastraan India.
Dari semua penemuannya, Jones terutama dikenal sebagai yang menyatakan bahwa bahasa Sanskerta mirip dengan bahasa Yunani dan bahasa Latin. Dalam bukunya The Sanscrit Language (1786) ia menyatakan dugaannya bahwa ketiga bahasa ini memiliki sumber yang sama, dan bahwa mereka semua kemungkinan berkerabat dengan bahasa Gothikbahasa Keltik dan bahasa Persia. Makalahnya yang ketiga dan diterbitkan pada tahun 1798dengan fragmen "philologer" yang termasyhur itu, sering dikutip sebagai pembuka studi ilmu perbandingan bahasa dan studi Indo-Eropa.
  • "The Sanscrit language, whatever be its antiquity, is of a wonderful structure; more perfect than the Greek, more copious than the Latin, and more exquisitely refined than either, yet bearing to both of them a stronger affinity, both in the roots of verbs and in the forms of grammar, than could possibly have been produced by accident; so strong, indeed, that no philologer could examine them all three, without believing them to have sprung from some common source, which, perhaps, no longer exists”."
  • "Bahasa Sanskerta, bagaimanapun kekunaannya, memiliki struktur yang menakjubkan; lebih sempurna daripada bahasa Yunani, lebih luas daripada bahasa Latin dan lebih halus dan berbudaya daripada keduanya, namun memiliki keterkaitan yang lebih erat pada keduanya, baik dalam bentuk akar kata-kata kerja maupun bentuk tatabahasa, yang tak mungkin terjadi hanya secara kebetulan; sangat eratlah keterkaitan ini, sehingga tak ada seorang ahli bahasa yang bisa meneliti ketiganya, tanpa percaya bahwa mereka muncul dari sumber yang sama, yang kemungkinan sudah tidak ada.”
Meski warga Belanda Marcus Zuerius van Boxhorn (1612-1653) dan lain-lain telah sadar bahwa bahasa Persia Kuna berada pada rumpun bahasa yang sama dengan bahasa-bahasa Eropa, tidak lebih dari pertengahan abad ke-17, dan seorang kolonis Amerika, Jonathan Edwards Jr., pada tahun 1787 menerbitkan bahwa rumpun bahasa Algonquin dan Iroquois (rumpun bahasa tak hanya bahasa) berkerabat sembari memberikan bukti (yang tak diberikan Jones), penemuan Jones benar-benar membuat popular penelitian studi rumpun bahasa Indo-Eropa, dan kemungkinan yang pertama menggunakan teknik ilmu perbandingan bahasa.
Jones juga secara tidak langsung juga bertanggung jawab akan munculnya gerakan puisi Romantik Inggris yang juga didukung oleh antara lain Lord Byron dan Samuel Taylor Coleridge, karena terjemahan-terjemahannya dari karya-karya puisi "timur" merupakan sumber gaya seperti ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar