Selasa, 11 September 2012

CERPEN KU : My Heart is Sick (Part II)


Aku sengaja menyembunyikan ini semua karena aku tidak mau orang-orang yang dekat denganku memandang ku dengan iba dan penuh kasihan. Aku ingin dilihat orang yang kuat dan sehat. Namun kali ini aku terpaksa kembali kerumah sakit seorang diri tanpa bantuan siapa pun dan setelah sesampainya disana akupun disarankan oleh dokter untuk diterapi karena penyakit jantungku sudah parah dan takut tidak tertolong lagi jika terlambat ditangani. Aku tidak bisa melakukan hal ini aku tidak ingin kelurgaku tau tetang penyakit yang ku derita selama ini.

Dalam dilema, aku terus memikirkan hal ini. Dan akhirnya aku hanya meminta resep obat untuk menahan rasa sakit sementara
.
Ujian akhir semster telah dilaksanakan, namun sayang dengan rasa penyesalan aku tidak bisa mengikuti ujian semester tersebut karena saat ini aku sedang terbaring tak berdaya dirumah sakit. Saat inipun tak seorang pun sahabat yang tau keadaanku kecuali Dewi sepupuku, kelurgaku pun juga tidak tau. Aku terpaksa bercerita denganya karena kebetulan dia lah perawat disana yang akan merawatku. Aku memintanya untuk menyembunyikan hal ini kepada keluargaku atau siapa pun karena aku tidak ingin mereka khawatir memikirkanku.

Semakin hari terasa semakin lemah, sudah 3 minggu aku dirumah sakit namun masih tidak ada tanda-tanda pulih dari rasa sakit. Dan selama itu aku juga tidak ada menjawab telpon dan membalas sms dari teman2 ku dan ariel kecuali kelurgaku.

Aku semakin rindu dengan ariel, namun aku tidak ingin dia melihat keadaanku seperti ini. Aku tidak ingin dia menatapku penuh rasa iba. Kini orang tuaku serta kelurgaku telah tau keadaanku, dewi yang memberi tahu semuanya karrena dia tidak tahan melihat ku tersiksa sprti ini. Dan aku juga tidak bisa menolak karena tabungaku juga telah habis untuk membayar biaya rumah sakit.

Sebulan lebih dirumah sakit akhirnya aku bisa pulang kerumah namun mesti tetap terus kembali cek up kerumah sakit. Dan sebulan lebih juga aku tidak ada komunikasi dengan teman2ku dan ariel. Aku ingin sekali menghubungi mereka namun keadaanku masih belum pulih kembali seperti semula aku masih terlihat orang yang tidak berdaya.

Malam begitu larut, entah kenapa aku sangat merindukan ariel. Aku tidak bisa menahan perasaanku. Aku merasa gelisah karena tidak pernah menghubunginya. Dengan perasaan ragu aku mencoba untuk menghubunginya. Ku pencet namanya dilayar kontak hape ku, nada tunggu telah terdengar “angkat…!!” gumam hatiku.
“halo…!! kemana saja kau? Kenapa tidak pernah ada kabar dan tidak pernah mengangkat tlp dan membalas smsku?” suara ariel diseberang sana.
Dengan deg-degan aku pun menjawab “maaf…ariel,aku tau aku salah. Aku tidak mengangkat tlp dan membalasa smsmu,karena aku sangat sibuk…!”.

Dengan nada marah ariel pun menjawab “sibuk apa memangnya kamu sampe tidak bisa mengangkat tlp dariku dan membalas smsku? Kamu pikir aku disini tidak kuatir memikirkan keadaanmu?”
“Ternyata dia juga peduli akan keadaanku” gumamku dalam hati.
“iya…ariel maaf, aku terlalu sibuk makanya tidak bisa menghubungimu.saking sibuknya akupun lupa waktu. Kua harap kamu tidak marah denganku. Aku baik2 saja kok…kamu tdk usah kuatir”.
“kalau begitu…kapan kita bisa ketemu? Ada sesuatu hal yang ingin ku samapaikan kepadamu,ini penting…!!!”
“Aku belum tau pasti, nantilah aku kabari kapan waktu nya..!!!”
“Ya sudah kalau begitu, aku tunggu. Ya udah…ini sudah larut malam, kau istrahat saja. Jaga kesehatannya. Selamat malam…!!!”
“Selamat malam” aku menutup telponnya.

Seminggu kemudian aku bertemu dengan ariel di sebuah kafe, lama tidak bertemu dengannya aku merasa kaku. Mungkin karena aku sangat merindukannya dan aku berusaha untuk menyembunyikan hal itu darinya. Pertemuan kali ini kita masih bicara dengan santai sampai pada akhirnya dia ingin mengatakan sesuatu hal yang penting katanya.
“car, ada hal penting yang ingin aku katakan sama kamu…tapi aku berharap kamu tidak terkejut mendengarnya, udah lama aku pengen ngasih tau kamu tp km sibuk sampe tidak bisa mengangkat tlpku…”
“ya…katakan aja,sebenarnya apa?”
“sebenarnya… ach…kenapa bgtu sulit sekali rasanya aku mengatakannya padamu…!!”

Sebenarnya ada apa, katakan saja…!!!”
“car, mggu depan aku berangkat ke Jakarta, aku dipindahkan kuliah disana. Beberapa bulan kemaren aku telah mengurusi semuanya dan semuanya sudah selesai jadi minggu depan aku bisa berangkat ke Jakarta.”

Sediiiiiih…aku sanagt terkejut mendengarnya. Aku bingung harus mengatakan apa padanya,entah kenapa aku ingin sekali melarang dia pergi karena aku tidak ingin jauh dari dirinya, tapi siapa aku?aku hanya temannya. Aku tidak bisa berbuat apa-apa.
“owch….bgtu, kenapa bgtu sulit bagimu untuk katakan hal itu pada ku?”
“car, aku takut kamu marah pada ku karena baru bisa memberitahumu sekarang”
“tidak apa-apa riel, aku bisa ngerti, jika itu demi kebaikanmu aku sangat mendukungmu”
“aku berangkat hari sabtu, ku harap kamu bisa mengantarkan aku kebandara”
“insyaallah riel, aku gak bisa janji”

Sejak saat itu, aku terus termenung memikirkannya. Aku merasa sedih jika harus berpisah dengan ariel tapi aku juga tidak bisa mencegah kepergiannya.
Seminggu kemudian telah berlalu, hari ini ariel berangkat ke Jakarta. Aku ingin sekali mengantarnya ke bandara di Balikpapan tapi sekarang keadaanku. Hari ini aku masih terbaring di rumah sakit, tiga hari yang lalu aku di bawa kerumah sakit lagi karena penyakitku yg semakin parah saja. Kau sediiih…aku tidak bisa bertemu dengannya untuk terkhir kalinya. Aku terus menangis aku mencoba menghubunginya. Tapi hp nya tidak aktif.
Dalam hati aku hanya berdoa, semoga allah selalu melindunginya. Dan maafkan aku yang tidak bisa mengantarkan mu.
Seminggu sudah dia di Jakarta,tapi kenapa tidak ada kabar darinya. “Apakah dia sibuk? Atau apakah dia telah lupa pada ku?”, “Dimana dia?”, “Sedang apa dia?”. Seperti itu lah yg ada dalam fikiranku saat ini aku sangat merindukannya.
Akhirnya hari ini aku putuskan untuk ke rumah ariel menemui mamanya, mamanya tidak ikut dengan ariel karena pekerjaannya yang tidak bisa ditinggalkan.

Sesampai dirumah ariel, aku merasakan sangat sepi apa mungkin karena tidak ada ariel dirumah. Mamanya terlihat agak murung dan seperti habis menangis, aku ingin menanyakannya tapi aku takut. Akhirnya aku Cuma menanyakan bagaiman keadaan ariel.
“maaf tante, ariel ganti nomer ya? Soalnya beberapa kali saya telpon kok gak aktif ya…dan dia juga tidak pernah menghubungi saya”.

Mamanya makin terlihat sangat sedih, dan aku sangat bingung sebenarnya apa yg terjadi.
“ maaf nak, seharusnya dari kemaren saya kasih tau nak carol. Tapi saya tidak sanggup saya takut nak carol sedih apa lagi pas waktu saya telpon ke rumahnya nak carol, yang angkat adiknya nak carol dan bilang nak carol sedang dirawat dirumah sakit, jd saya putuskan untuk tidak memberitahukan nak carol waktu itu”.
“sebenarnya apa yg terjadi tante?”

Mamanya ariel malah menangis, aku semakin bingung dan takut. Perasaan ku sangat tidak enak. Sebenarnya apa yg terjadi dengan ariel.
“tante, maaf sebenarnya apa yg sedang terjadi, ariel baik2 saja kan tante?”

Mamanya tetap diam dan terus menangis.
“tante bilang aja, saya tidak apa2 kok. Apa ariel sakit?”

Dengan nada yg tertatih tante pun menjawab “ nak carol…jangan sedih ya, maafin tante baru bisa mengatakan sekarang. Se be narnya….sebenarnya ariel telah mengalami kecelakaan pas perjalanan mau ke Balikpapan hari sabtu kemaren. Dan…”
“dan kenapa tante? Ariel gak kenapa2 kan tante? Ariel dirawat dirumah sakit mana? Ayo tante kita jengukin ariel…!!!”
“Tii..tiii…tiidak usah nak carol, ka…kaa…kerana ariel, ariel meninggal di tempat karena hantaman keras dikepalanya”
“tidak mungkin..! tidak mungkin, ini tidak benar kan tante? Tante cm sedang bercanda kan?”

Bagaikan disambar petir disiang hari, aku tidak sanggup membayangkan perasaan ku saat itu. Aku sangat sedih dan sangat sangat sedih. Aku terus menangis sambil memeluk mamanya ariel. Aku tidak percaya jika dia telah meninggalkan aku lebih jauh dari yg aku bayangkan.
“ Nak carol, tante tidak sedang becanda. Ariel udah dimakamkan pada hari minggu kemarin. Maafin tante tidak bisa memberitahumu. Tapi sebelum mau berangkat ke Balikpapan, ariel sempat menitipkan sesuatu untuk kamu pada tante. Sebentar tante ambilkan.!.”

Masih dengan perasaan yang tidak percaya, kini aku telah kehilangan orang yang aku sayangi untuk kedua kalinya dan sekarang terasa lebih menyakitkan. Aku terus menagis dan menangis, mengangisku lebih haru lagi ketika aku lihat fotonya ariel di dinding. Tidak bisa aku bayangkan ini terjadi padanya.
“Nak carol, ini titipan dari ariel” mamanya ariel menyodorkan kotak warna ungu dan sepucuk surat padaku.
Dengan perlahan ku buka kotaknya dan berisi sebuah kalung berliontin bintang, setelah itu aku buka sepucuk surat yang ditulis oleh ariel.
Dear Carol,
Hai…! Bagaimana keadaanmu, ku harap setelah kepergianku ke Jakarta kau baik-baik saja dan sanagt merindukan aku.hehehe…
Carol, sebenarnya waktu pertemuan kita dicafe waktu itu, aku ingin mengatakan sesuatu hal yang lebih penting selain keberangkatanku ke Jakarta, hanya saja aku waktu itu menjadi orang yang sangat payah sehingga tidak berani mengungkapkan sesuatu hal terhadapmu. Tapi lewat surat ini aku ingin mengatakan sesuatu hal tersebut yang sempat tertunda itu, aku ingin mengatakan kalau sebenarnya “Aku Sangat Mencintai Kamu”. Sejak pertama bertemu dengan mu di kampus sejak saaat itu pula aku menyukaimu, kau terlihat sanagt berbeda dari wanita lainnya yang pernah aku kenal. Aku tau sebenarnya pertama bertemu dengamu kau sangat membenciku karena tingkahku yg sangat aneh dan terlalu berisik menurutmu. Tapi sejujurnya aku suka melihat kebencianmu terhadapku karena itu membuat aku semakin menyukaimu.makanya aku sengaja menyuruh mamaku untuk mendekatimu agar lebih tau kepribadianmu dana gar aku tidak salah pilih pasanagn hidup. Dan ternyata mamaku pun menyukaimu dan akhirnya dengan sengaja selalu menceritakan tentang aku kepadamu agar kau mau dekat denganku.
 
Aku sangat senang ketika aku bisa jadi temanmu, yaa….walaupun masih status sebagai temanmu tapi aku sangat senang. Bisa jalan dan bercerita dengan mu itu membuatku udah cukup merasa bahagia apa lagi jika aku bisa membuat mu tertawa aku sangat merasa bahagia.

Kau tau kenapa aku memberi mu kalung dengan liontin bintang? Itu karena aku ingin aku selalu menjadi bintang dihatimu dan agar kau selalu merasa dekat denganku disaat aku jauh darimu dan tidak pernah melupakan mu.

Aku benar-benar menyayangimu, aku harap kaupun mempunyai rasa yang sama terhadapku. Sesampai aku di Jakarta aku harap kau sudah membaca surat dariku dan aku akan menghubungimu untuk menanyakan apakah aku mau menerimaku menjadi bintang hatimu seperti kau menerima kalung dariku.
Tunggu aku, jika kau mau menerimaku…selasai kuliah nanti aku kan melamarmu.
Jaga diri baik-baik yah…!!! I will Always miss U…

Ariel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar